Minggu, 28 Juni 2020

Masker Alami


MASKER ALAMI UNTUK MENCERAHKAN WAJAH
Indri Fitria Syahrul
Program Studi S1 Farmasi
STIKES BORNEO LESTARI BANJARBARU
 

Gambar 1.  Masker Alami
A.    Pendahuluan
1.      Latar Belakang
Negara Indonesia memiliki banyak sekali sumber bahan alam yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari. Menurut Dewayanti dan Marwiyah (2014) Kekayaan alam yang berasal dari tumbuh-tumbuhan,jika digali lebih dalam lagi, banyak tumbuhan yang bisa di manfaatkan untuk kesehatan dan juga kecantikan. Banyak orangtua pada zaman dahulu yang menggunakan bahan bahan herbal digunakan untuk perawatan, baik perawatan wajah, rambut dan juga tubuh. Karena pada saat itu belum ada teknologi canggih, sehingga baik pria maupun wanita hanya tergantung pada sumber daya alam asli yang diperoleh dari lingkungan sekitar untuk merawat kecantikan.
Susetya (2012:6) menyatakan bahwa obat-obatan kimia kebanyakan tidak menyembuhkan dari penyakit yang diderita melainkan hanya menghilangkan gejalanya saja. Penyakitnya masih bersemayam di dalam tubuh. Efek dari bahan kimia dapat merusak fungsi kulit, dan berbahaya bagi kesehatan.  Salah satu perawatan  kulit kusam untuk mencerahkan wajah, selain dengan menggunakan krim pemutih yang dijual di pasaran secara bebas adalah dengan menggunakan masker tradisional. Masker adalah salah satu jenis kosmetik perawatan yang digunakan pada tahap akhir dalam rangkaian perawatan kulit wajah dan digunakan setelah pengaplikasian massage (pengurutan) dengan cara dioleskan pada seluruh kulit wajah, kecuali alis, mata dan bibir. Ada dua macam masker yaitu masker modern (masker yang diolah dengan menggunakan alat canggih dan bahan kimia) dan masker tradisional (masker yang dibuat dengan menggunakan bahan-bahan alami dan tidak menimbulkan efek samping).
Masker wajah tradisional bebas dari bahan kimia. Bentuk sediaan masker yang banyak terdapat di pasaran adalah bentuk bubuk/serbuk, pasta, gel, kertas/kain. Saat ini telah dikembangkan pemanfaatan bahan-bahan alami sebagai sumber antioksidan dalam sediaan kosmetika. Semua bahan alami agar bisa mendapatkan manfaatnya maka harus diapliksikan langsung sesuai dengan anjuran para ahli gizi. Masker bubuk wajah tradisional umumnya terbuat dari bahan-bahan tradisional, herbal, buah-buahan, dan beberapa sayuran umumnya digunakan untuk membuat masker wajah. Bahan alami yang banyak ditemukan serta dengan harga yang relatif terjangkau dan mudah dibuat, sehingga banyak diminati oleh wanita yang menginginkan wajah lebih putih, cerah, dan berseri.
B.     Pembahasan
Pada zaman sekarang banyak orang berbondong-bondong untuk mencerahkan kulit mereka agar terlihat lebih cantik. Biasanya orang menggunakan krim-krim pemutih dari berbagai produk kecantikan yang ada di Indonesia. Di sisi lain kita bisa menggunakan bahan alam Indonesia, yaitu perawatan wajah secara alami menggunakan masker alami contohnya bisa dari buah-buahan atau dari rempah-rempah yang ada di Indonesia. Menurut Hidayah (2011 : 17) Manfaat penggunaan perawatan alami/herbal yang dapat diambil antara lain sebagai berikut : Pertama, fakta menunjukkan bahwa 87% bahan kimia yang digunakan di kulit akan terserap sampai ke aliran darah tubuh. Kedua, herbal sangat mudah didapat dan murah. Ketiga, bahannya berasal langsung dari alam maka cenderung tidak memiliki efek samping layaknya obat-obatan kimia. Jadi bahann-bahan herbal yang digunakan dalam perawatan kecantikan tersebut jarang sekali memiliki efek samping bahkan aman  untuk dipakai jangka panjang.
Pada kulit, melanosit terletak pada lapisan basal yang memisahkan dermis dan epidermis. Satu molekul melanosit dikelilingi oleh sekitar 36 keratinosit. Bersama-sama, mereka membentuk suatu kesatuan melanin epidermal. Melanin disimpan dalam kompartemen melanosomal. Pigmen melanin ini merupakan suatu polimer yang dihasilkan dalam melanosome dan disintesis dari asam amino L-tirosin yang dikonversi oleh enzim tirosinase menjadi dopakuinon. Saat bereaksi dengan sistein, dopakuinon membentuk 2- atau 5-S-sistenildopa yang menghasilkan prekurson benzotiazin polimer pheomelanin merah atau kuning. Pada umumnya, campuran polimer pheo- dan eumelanin dihasilkan dan disimpan pada matriks protein melanosomal. Beragamnya warna kulit pada manusia menunjukan bahwa komposisi campuran melanin bergantung pada banyak hal. Namun, adanya perubahan pada produksi melanin dapat menyebabkan berbagai masalah hiperpigmentasi seperti melasma, post inflammatory hyperpigmentation (PIH), dan bitnik pada wajah. Tak hanya itu, perubahan produksi melanin juga dapat menimbulkan masalah depigmentasi seperti vitiligo (Smit, et. al., 2009).
Gambar 2. Bengkoang

Ada beberapa bahan alami yang dapat digunakan untuk mencerahkanwajah yaitu dengan dijadikan masker wajah yang dapat digunakan 2 kali seminggu secara teratur dan jangan digunakan secara berlebihan. Bahan-bahan alami tersebut adalah: bengkuang (Pachyrhizus erosus) memiliki keuntungan untuk menjaga kesehatan kulit dan menghilangkan sel kulit mati. Bengkuang juga mengandung vitamin C yang dapat menutrisi kulit. Bengkuang saat ini seringkali digunakan sebagai bahan pembuatan masker yang befungsi untuk menyegarkan wajah dan mencerahkan kulit (Fitrah, et. al., 2015). Hal ini sesuai karena masker bengkoang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia dalam mencerahkan wajah. Masker ini sudah digunakan secara turun-temurun dari zaman dahulu. Brand kecantikan di Indonesia pun sudah banyak menggunakan bengkoang sebagai kandungan pada produk-produk herbal mereka. Cara menggunakannya pun cukup mudah yaitu siapkan satu buah bengkoang, kupas kuulitnya dan cuci bersih. Parut daging bengkoang, kemudian peras airnya, diamkan perasan air bengkoang hingga mengendap. Gunakan endapan dari air perasan bengkoang menjadi masker wajah yang alami.
Gambar 3. Temulawak

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) merupakan spesies dari Zingiberaceae yang secara empiris seringkali bagian rimpangnya digunakan sebagai pengobatan tradisional. Kandungan vitamin C yang terkandung dalam temulawak meunjukkan efek agen pembasmi jerawat dan juga pemutih kulit. Temulawak kini banyak digunakan sebagai bahan dasar kosmetik pemutih dalam bentuk produk masker wajah, losion, dan krim wajah (Coal, et. al., 2010). Dari pernyataan tersebut temulawak dapat digunakan untuk mencerahkan kulit wajah dengan menjadikannya masker. Temulawak memiliki khasiat untuk membantu mengangkat sel-sel kulit mati pada wajah. Penumpukan sel kulit mati itulah yang dapat menyebabkan kulit menjadi kusam dan gelap. Cara penggunaan masker temulawak adalah dengan mencampurkan bubuk temulawak dengan minyak zaitun dan juga dengan kuning telur, campurkan ketiga bahan tersebut dan oleskan pada kulit wajah secara teratur. Masker ini bukan hanya digunakan untuk mencerahkan wajah saja tetapi juga bisa untuk melembabkan wajah karena dikombinasikan dengan minyak zaitun.
Gambar 4. Teh

Kita juga dapat menggunakan teh sebagai masker wajah. Kandungan antioksidan yang terdapat dalam teh dapat mencegah penuaan dini. Teh mengandung tanin yang berguna untuk mengatasi kulit terbakar dari sinar matahari dan merawat kulit wajah (Hanny Asfiani, 2006:64). Agar sisa teh tidak terbuang dengan percuma, sebaiknya dimanfaatkan untuk perawatan, yaitu perawatan wajah. Cara penggunaanya yaitu diamkan ampas teh selama satu malam, gunakan keesokan harinya. Tambahkan 1 sampai 2 sendok teh madu, campurkan perasan lemon. Oleskan secara merata ke seluruh permukaan wajah hingga leher, kemudiaan tunggu selama 5 sampai 10 menit atau sampai kering.

C.    Penutup
1.      Kesimpulan
Pada kajian tentang masker alami kali ini dapat disimpulkan bahwa:
a.    Masker wajah alami umumnya lebih baik digunakan untuk kecantikan daripada krim-krim pemutih kimiawi karena masker alami tidak mengandung efek samping yang berbahaya.
b.    Terdapat berbagai tanaman yang memiliki aktivitas untuk memutihkan kulit, diantaranya yaitu temulawak, bengkoang, teh, dan masih banyak lagi tanaman-tanaman yang berpotensi untuk dijadikan bahan dalam pembuatan masker alami.

2.      Saran
a.       Sebaiknya kita lebih memanfaatkan bahan-bahan yang ada di alam sebagai produk-produk kecantikan di Indonesia.



DAFTAR PUSTAKA

Asfiani, Hanny. 2006. Beauty SPA di Rumah. Jakarta: Octopus.

Batubara, I., Darusman L. K., Mitsunagam T., Rahminiwati M., dan Djauhari, E. 2010. The potency of Indonesian medicinal plants as tyrosinase inhibitor and antioxidant agent. Journal of Biological Sciences. 10 : 138 – 144.
Dewayanti, D. A., dan Marwiyah. 2014. Pemanfaatan The dan Jeruk Nipis Untuk Mencerahkan Kulit Wajah Wanita. Journal of Beauty and Beauty Health Education (Vol. 3 No. 01. Juni 2014 ISSN 2252-7087). Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FT UNNES: Semarang.

Fitrah, S., Lintong, P. M., dan Loho, L. L. 2015. Pengaruh pemberian umbi bengkuang (Pachyrrhizus erosus l urban) terhadap jumlah pigmen melanin kulit mencit ( Mus musculus) yang dipaparkan sinar matahari. Jurnal e-Biomedik. Vol. 3 (1) : 216 – 220.
Hidayah Aniatul. 2011. Herbal Kecantikan.  Yogyakarta; Citra Media. 
Smit, N., Vicanova, J., dan Pavel S. 2009. The hund for natural skin whitening agents. International journal of molecular sciences. 10: 5326 – 5349.
Susetya, D. 2012. Panduan Lengkap Membuat Pupuk Organik. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.











Selasa, 07 April 2020

Cara Membuat Daftar Pustaka Dari Jurnal

Hallo Semuanya
Bagaimana kabar kalian, semoga baik-baik saja yaa

Pada kesempatan kali ini, saya dan teman-teman saya dari kelompok 7 akan membuat tutorial Bagaimana cara pengutipan dan pembuatan daftar pustaka dari sebuah jurnal dalam bentuk vidio dibawah ini, disimak yaa :)
*Mohon maaf suaranya kurang keras, karena hanya menggunakan mic sederhana, gunakan headphone atau sejenisnya agar suara lebih baik terimakasih teman-teman.

Kelompok 7 :
Muhammad Rahman Hadi
Aisya Novia Rahmi
Arianti Indrya Noor
Indri Fitria Syahrul




Jumat, 20 Maret 2020

Cantik Dan Sehat Dengan Jeruk Nipis


Cantik Dan Sehat Dengan  Jeruk Nipis
Hallo semuanya, selamat datang di blog ku.
Sebelumnya terimakasih sudah mau berkunjung ke blog aku, ini adalah pertama kalinya aku menulis artikel tentang jeruk nipis.
Apakah kalian pernah berpikir tentang pemanfaatan bahan alam untuk produk kesehatan bahkan dalam dunia kecantikan? Hebat bukan kalau kita dapat memanfaatkan hal kecil yang ada di alam. Contohnya adalah bahan yang akan  kita bahas pada artikel kali ini, kalian pasti sudah tahu bahwa jeruk nipis sangat mudah didapatkan di pasaran. Jeruk nipis juga sangat terkenal akan kandungan vitamin C nya yang sangat baik untuk kesehatan tubuh, nah kali ini kita akan membahas pemanfaatkan jeruk nipis untuk kesehatan maupun kecantikan.

                                         
                   
 
Masyarakat Indonesia saat ini sudah banyak yang memanfaatkan tanaman herbal sebagai alternatif obat tradisional. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai pengobatan herbal adalah jeruk nipis. Jeruk nipis atau Citrus aurantifolia adalah tanaman poliembrionik yang ditanam di berbagai negara dan tumbuh di daerah subtropik atau tropik seperti Florida Selatan, India, Meksiko, Egyp, dan Hindia Barat. Selain itu di Indonesia juga banyak terdapat tanaman ini karena iklimnya yang tropis. Tanaman ini termasuk ke dalam Kingdom: Plantae; Phylum: Magnoliophyta; Order: Sapindales; Family: Rutaceae; Genus: Citrus dan Spesies: Citrus aurantifolia (Enejoh, dkk., 2015). Jeruk nipis adalah salah satu tanaman yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia baik sebagai bumbu masakan ataupun secara empirik digunakan sebagai obat (Razak, dkk., 2013).
Jeruk nipis sangat mudah didapatkan dan dicari keberadaannya, karena dia bisa tumbuh di negara beriklim subtropik maupun iklim tropik seperti negara kita Indonesia dan juga banyak terdapat di negara-negara lain. Selain mudah didapatkan, harga jeruk nipis di pasaran juga lumayan murah dan sangat banyak dijual bahkan pohonnyaa juga sangat mudah ditemukan di mana pun. Nah, jeruk nipis juga sangat banyak mempunyai manfaat bagi kehidupan kita, bisa untuk kesehatan kita, kecantikan, bahkan untuk makanan, dan minuman.
Menurut Lusi (2014: 1-4) menyatakan bahwa jeruk nipis mengandung unsur – unsur senyawa kimia yang bemanfaat, seperti asam sitrat, asam amino, minyak atsiri, damar, glikosida, asam sitrun, lemak, kalsium, fosfor, besi, belerang vitamin B1 dan C. Kandungan Gizi dalam 100gram buah jeruk nipis mengandung vitamin C sebesar 27 miligram, kalsium 40 miligram, fosfor 22 miligram, hidrat arang 12,4 gram, vitamin B1 0,04 miligram, zatbesi0,6 miligram, lemak 0,1 gram, kalori 37 gram, protein 0,8 gram dan mengandung air 86 gram. Nah dari berbagai kandungan yang dimiliki jeruk nipis tersebut, jeruk nipis sangat banyak mempunyai manfaat bagi kesehatan kita. Seperti untuk pencegahan infeksi, karena kandungan vitamin C yang mencegah infeksi bakteri maupun virus dalam tubuh kita, selain itu kandungan vitamin C nya juga bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh khususnya di musim pancaroba. Kandungan asam sitratnya juga dapat membantu menurunkan berat badan karena asam sitrat dapat membakar banyak kalori dalam tubuh dan menyimpan lemak lebih sedikit dari biasanya. Kandungan antioksidannya ternyata dapat mencegah risiko terkena kanker, itu karena sifat antioksidannya dapat meningkatkan pertumbuhan sel yang sehat sehinnga terhindar dari sel kanker yang jahat. Tapi kalian juga harus berhati-hati ya, jika kebanyakan minum air jeruk nipis bisa mengakibatkan asam lambung kita naik, jadi gunakan sewajarnya saja ya dan jangan sampai berlebihan. Ingat! Hal-hal yang berlebihan itu tidak baik.


            
Sumber: https://plus.kapanlagi.com/14-cara-memutihkan-wajah-dengan-jeruk-nipis-bisa-bikin-kulit-kencang-juga-lhonumber-369bcd.html

Jeruk nipis memiliki kandungan senyawa flavonoid dimana flavonoid merupakan golongan senyawa polifenol terbesar yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan antibakteri (Adindaputri, dkk, 2013). Jeruk nipis juga bermanfaat dalam hal kecantikan, kandungan antibakteri pada jeruk nipis bisa digunakan untuk mencegah jerawat pada kulit wajah. Berdasarkan hasil penelitian dari Razak dkk (2013: 6), minyak atsiri pada daun jeruk nipis yang menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, juga terdapat pada air perasan buah jeruk nipis. Selain itu juga, dengan mengetahui adanya kebiasaan ditengah masyarakat, mengenai penggunaan air perasan buah jeruk nipis dalam upaya menghilangkan jerawat serta penyembuhan luka agar tidak terjadi abses, dimana salah satu penyebabnya Staphylococcus aureus.
Efek air perasan jeruk nipis sebagai antibakteri dapat menghambat pertumbuhan bakteri Eschericia coli, Streptococcus haemolyticus, dan Staphylococcus aureus. Eschericia coli adalah salah satu jenis spesies utama bakteri gram negatif, berbentuk batang pendek (kokobasil). Escherichia coli dapat bertahan hingga suhu 60°C selama 15 menit atau pada 55°C selama 60 menit. Hidup pada tinja dan menyebabkan masalah kesehatan pada manusia, seperti diare, muntaber serta masalah pencernaan lainnya (Brooks, 2005).
Dari penelitian tersebut dapat kita gunakan jeruk nipis untuk mencegah jerawat membandel pada wajah kita. Salah satunya dengan pengaplikasian masker jeruk nipis pada waja kita. Caranya sangat mudah, yaitu ambil beberapa jeruk nipis, secukupnya saja ya agar bisa diaplikasikan ke wajah, cuci bersih dan potong serta peras jeruk nipis tersebut ke dalam wadah yang telah disediakan. Jangan lupa cuci bersih dan keringkan wajah kalian ya sebelum maskeran. setelah wajah kalian bersih dari kotoran dan debu-debu yang menempel, aplikasikan perasan jeruk nipis tersebut ke wajah kalian, kalian bisa menggunakan kuas masker agar lebih mudah mengaplikasikannya, tunggu 10-15 menit sampai masker tersebut kering dan meresap sempurna. Lalu bilas wajah kalian dengan air bersih, nah mudah sekali kan cara maskerannya. Kalian bisa menggunakan masker jeruk nipis ini 2 sampai 3 kali seminggu. Masker ini bukan hanya untuk jerawat yang sedang meradang saja, tetapi juga bisa untuk menghilangkan bekas jerawat serta mencerahkan wajah. Nah, banyak sekali kan manfaat dari buah satu ini, bukan untuk kesehatan saja, tetapi juga untuk kecantikan.

Sampai disini dulu ya bahasan kita kali ini, kalian bisa kasih saran apa lagi yang mau aku bahas di blog ini. Oh iya maaf jika ada kekurangan dan kesalahan dalam penyampaian informasi ini, karena aku juga masih dalam tahap belajar, ditunggu saran-saran dari kalian. Jangan lupa share dan comment ya! Terimakasih.

Referensi:
Adindaputri Zenia, Nunuk Purwanti, Ivan Arie Wahyudi. 2013. Pengaruh Ekstra Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia Swingle) Konsentrasi 10% Terhadap Aktivitas Enzim Glukosiltranferase Sterptococcus mutans. Majalah Kedokteran Gigi. 20 (2). 126131.

Brooks GF. 2005. Mikrobilogi Kedokteran. Jakarta : Salemba Medika.

Enejoh, O. Sunday., Ibukun O. Ogunyemi., Madu S. Bala., Isaiah S. Oruene., M.M. Suleiman., Suleiman F. Ambali. 2015. Ethnomedicinal Importance of Citrus aurantifolia (Christm) Swingle. The Pharma Inovation Journal. 4 (8). 01-06.

Lusi, I. N. 2013. Pemanfaatan Kandungan Air Jeruk Nipis (The Utilization Content Water  Lime). Jurnal UNEI  h. 1-4.

Razak A, Djamal A, Revilla G. 2013.Uji Daya Hambat Air Perasan Jeruk  Nipis (Citrus aurantifolia) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Secara in vitro”. Jurnal Kesehatan Andalas. 2 (1). Hal 6.