MASKER ALAMI UNTUK MENCERAHKAN WAJAH
Indri Fitria Syahrul
Program Studi S1 Farmasi
STIKES BORNEO LESTARI BANJARBARU
Email : indrifs2511@gmail.com
Gambar 1. Masker
Alami
A.
Pendahuluan
1.
Latar
Belakang
Negara Indonesia memiliki banyak sekali
sumber bahan alam yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari. Menurut
Dewayanti dan Marwiyah (2014) Kekayaan alam yang berasal dari
tumbuh-tumbuhan,jika digali lebih dalam lagi, banyak tumbuhan yang bisa di
manfaatkan untuk kesehatan dan juga kecantikan. Banyak orangtua pada zaman
dahulu yang menggunakan bahan bahan herbal digunakan untuk perawatan, baik
perawatan wajah, rambut dan juga tubuh. Karena pada saat itu belum ada
teknologi canggih, sehingga baik pria maupun wanita hanya tergantung pada
sumber daya alam asli yang diperoleh dari lingkungan sekitar untuk merawat
kecantikan.
Susetya
(2012:6) menyatakan bahwa obat-obatan kimia kebanyakan tidak menyembuhkan dari
penyakit yang diderita melainkan hanya menghilangkan gejalanya saja. Penyakitnya
masih bersemayam di dalam tubuh. Efek dari bahan kimia dapat merusak fungsi
kulit, dan berbahaya bagi kesehatan.
Salah satu perawatan kulit kusam
untuk mencerahkan wajah, selain dengan menggunakan krim pemutih yang dijual di
pasaran secara bebas adalah dengan menggunakan masker tradisional. Masker
adalah salah satu jenis kosmetik perawatan yang digunakan pada tahap akhir
dalam rangkaian perawatan kulit wajah dan digunakan setelah pengaplikasian massage
(pengurutan) dengan cara dioleskan pada seluruh kulit wajah, kecuali alis, mata
dan bibir. Ada dua macam masker yaitu masker modern (masker yang diolah dengan
menggunakan alat canggih dan bahan kimia) dan masker tradisional (masker yang
dibuat dengan menggunakan bahan-bahan alami dan tidak menimbulkan efek
samping).
Masker wajah tradisional bebas dari
bahan kimia. Bentuk sediaan masker yang banyak terdapat di pasaran adalah
bentuk bubuk/serbuk, pasta, gel, kertas/kain. Saat ini telah dikembangkan
pemanfaatan bahan-bahan alami sebagai sumber antioksidan dalam sediaan
kosmetika. Semua bahan alami agar bisa mendapatkan manfaatnya maka harus
diapliksikan langsung sesuai dengan anjuran para ahli gizi. Masker bubuk wajah
tradisional umumnya terbuat dari bahan-bahan tradisional, herbal, buah-buahan,
dan beberapa sayuran umumnya digunakan untuk membuat masker wajah. Bahan alami
yang banyak ditemukan serta dengan harga yang relatif terjangkau dan mudah
dibuat, sehingga banyak diminati oleh wanita yang menginginkan wajah lebih
putih, cerah, dan berseri.
B.
Pembahasan
Pada zaman sekarang banyak orang berbondong-bondong
untuk mencerahkan kulit mereka agar terlihat lebih cantik. Biasanya orang
menggunakan krim-krim pemutih dari berbagai produk kecantikan yang ada di
Indonesia. Di sisi lain kita bisa menggunakan bahan alam Indonesia, yaitu
perawatan wajah secara alami menggunakan masker alami contohnya bisa dari
buah-buahan atau dari rempah-rempah yang ada di Indonesia. Menurut Hidayah
(2011 : 17) Manfaat penggunaan perawatan alami/herbal yang dapat diambil antara
lain sebagai berikut : Pertama, fakta menunjukkan bahwa 87% bahan kimia yang
digunakan di kulit akan terserap sampai ke aliran darah tubuh. Kedua, herbal
sangat mudah didapat dan murah. Ketiga, bahannya berasal langsung dari alam
maka cenderung tidak memiliki efek samping layaknya obat-obatan kimia. Jadi
bahann-bahan herbal yang digunakan dalam perawatan kecantikan tersebut jarang
sekali memiliki efek samping bahkan aman
untuk dipakai jangka panjang.
Pada kulit, melanosit terletak pada lapisan
basal yang memisahkan dermis dan epidermis. Satu molekul melanosit dikelilingi
oleh sekitar 36 keratinosit. Bersama-sama, mereka membentuk suatu kesatuan
melanin epidermal. Melanin disimpan dalam kompartemen melanosomal. Pigmen
melanin ini merupakan suatu polimer yang dihasilkan dalam melanosome dan
disintesis dari asam amino L-tirosin yang dikonversi oleh enzim tirosinase
menjadi dopakuinon. Saat bereaksi dengan sistein, dopakuinon membentuk 2- atau
5-S-sistenildopa yang menghasilkan prekurson benzotiazin polimer pheomelanin
merah atau kuning. Pada umumnya, campuran polimer pheo- dan eumelanin
dihasilkan dan disimpan pada matriks protein melanosomal. Beragamnya warna
kulit pada manusia menunjukan bahwa komposisi campuran melanin bergantung pada
banyak hal. Namun, adanya perubahan pada produksi melanin dapat menyebabkan
berbagai masalah hiperpigmentasi seperti melasma, post inflammatory
hyperpigmentation (PIH), dan bitnik pada wajah. Tak hanya itu, perubahan
produksi melanin juga dapat menimbulkan masalah depigmentasi seperti vitiligo
(Smit, et. al., 2009).
Gambar 2. Bengkoang
Ada beberapa bahan alami yang dapat digunakan
untuk mencerahkanwajah yaitu dengan dijadikan masker wajah yang dapat digunakan
2 kali seminggu secara teratur dan jangan digunakan secara berlebihan.
Bahan-bahan alami tersebut adalah: bengkuang (Pachyrhizus erosus) memiliki
keuntungan untuk menjaga kesehatan kulit dan menghilangkan sel kulit mati.
Bengkuang juga mengandung vitamin C yang dapat menutrisi kulit. Bengkuang saat
ini seringkali digunakan sebagai bahan pembuatan masker yang befungsi untuk
menyegarkan wajah dan mencerahkan kulit (Fitrah, et. al., 2015). Hal ini sesuai
karena masker bengkoang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia
dalam mencerahkan wajah. Masker ini sudah digunakan secara turun-temurun dari
zaman dahulu. Brand kecantikan di Indonesia pun sudah banyak menggunakan
bengkoang sebagai kandungan pada produk-produk herbal mereka. Cara
menggunakannya pun cukup mudah yaitu siapkan satu buah bengkoang, kupas
kuulitnya dan cuci bersih. Parut daging bengkoang, kemudian peras airnya,
diamkan perasan air bengkoang hingga mengendap. Gunakan endapan dari air
perasan bengkoang menjadi masker wajah yang alami.
Gambar 3. Temulawak
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) merupakan
spesies dari Zingiberaceae yang secara empiris seringkali bagian rimpangnya
digunakan sebagai pengobatan tradisional. Kandungan vitamin C yang terkandung
dalam temulawak meunjukkan efek agen pembasmi jerawat dan juga pemutih kulit.
Temulawak kini banyak digunakan sebagai bahan dasar kosmetik pemutih dalam
bentuk produk masker wajah, losion, dan krim wajah (Coal, et. al., 2010). Dari
pernyataan tersebut temulawak dapat digunakan untuk mencerahkan kulit wajah
dengan menjadikannya masker. Temulawak memiliki khasiat untuk membantu
mengangkat sel-sel kulit mati pada wajah. Penumpukan sel kulit mati itulah yang
dapat menyebabkan kulit menjadi kusam dan gelap. Cara penggunaan masker
temulawak adalah dengan mencampurkan bubuk temulawak dengan minyak zaitun dan
juga dengan kuning telur, campurkan ketiga bahan tersebut dan oleskan pada
kulit wajah secara teratur. Masker ini bukan hanya digunakan untuk mencerahkan
wajah saja tetapi juga bisa untuk melembabkan wajah karena dikombinasikan
dengan minyak zaitun.
Gambar 4. Teh
Kita
juga dapat menggunakan teh sebagai masker wajah. Kandungan antioksidan yang
terdapat dalam teh dapat mencegah penuaan dini. Teh mengandung tanin yang
berguna untuk mengatasi kulit terbakar dari sinar matahari dan merawat kulit
wajah (Hanny Asfiani, 2006:64). Agar sisa teh tidak terbuang dengan percuma,
sebaiknya dimanfaatkan untuk perawatan, yaitu perawatan wajah. Cara penggunaanya
yaitu diamkan ampas teh selama satu malam, gunakan keesokan harinya. Tambahkan
1 sampai 2 sendok teh madu, campurkan perasan lemon. Oleskan secara merata ke
seluruh permukaan wajah hingga leher, kemudiaan tunggu selama 5 sampai 10 menit
atau sampai kering.
C.
Penutup
1.
Kesimpulan
Pada kajian tentang masker alami kali ini dapat
disimpulkan bahwa:
a. Masker
wajah alami umumnya lebih baik digunakan untuk kecantikan daripada krim-krim
pemutih kimiawi karena masker alami tidak mengandung efek samping yang
berbahaya.
b. Terdapat berbagai
tanaman yang memiliki aktivitas untuk memutihkan kulit, diantaranya yaitu
temulawak, bengkoang, teh, dan masih banyak lagi tanaman-tanaman yang
berpotensi untuk dijadikan bahan dalam pembuatan masker alami.
2.
Saran
a. Sebaiknya
kita lebih memanfaatkan bahan-bahan yang ada di alam sebagai produk-produk
kecantikan di Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Asfiani, Hanny.
2006. Beauty SPA di Rumah. Jakarta: Octopus.
Batubara, I., Darusman L. K., Mitsunagam T.,
Rahminiwati M., dan Djauhari, E. 2010. The potency of Indonesian medicinal
plants as tyrosinase inhibitor and antioxidant agent. Journal of Biological
Sciences. 10 : 138 – 144.
Dewayanti, D.
A., dan Marwiyah. 2014. Pemanfaatan The dan Jeruk Nipis Untuk Mencerahkan Kulit
Wajah Wanita. Journal of Beauty and
Beauty Health Education (Vol. 3 No. 01. Juni 2014 ISSN 2252-7087). Jurusan
Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FT UNNES: Semarang.
Fitrah, S., Lintong, P. M., dan Loho, L. L.
2015. Pengaruh pemberian umbi bengkuang (Pachyrrhizus erosus l urban) terhadap
jumlah pigmen melanin kulit mencit ( Mus musculus) yang dipaparkan sinar
matahari. Jurnal e-Biomedik. Vol. 3 (1) : 216 – 220.
Hidayah
Aniatul. 2011. Herbal Kecantikan. Yogyakarta; Citra Media.
Smit, N., Vicanova, J., dan Pavel S. 2009. The
hund for natural skin whitening agents. International journal of molecular
sciences. 10: 5326 – 5349.
Susetya,
D. 2012. Panduan Lengkap Membuat Pupuk
Organik. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.



